Oleh: jsali0708 | Agustus 28, 2008

Gaharu Jenis Super Tumbuh di Babel

Pohon gaharu jenis super yang harga perkilogramnya mencapai Rp18 juta tumbuh subur di wilayah propinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedangkan jenis double super senilai Rp40/kg juta belum ada petani yang memilikinya.

Kepala Sub Dinas Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. Andri Wiryono MS.c, Sabtu (05/08), menyatakan, kayu gaharu jenis super mulai banyak ditanam warga terutama di Pulau Penyusup, Pulau Lempar, Permisan serta Bukit Perding dan sebagian tanaman itu tumbuh liar.

“Pengembangan kayu gaharu super ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, tapi sampai sekarang belum banyak yang tertarik melakukan budidayanya,” kata Andri.

Beberapa warga sudah mulai mengembangkan kayu gaharu dengan ciri khas berbau harum itu. Satu diantaranya Amin Jauhari yang menanam 10 ha kayu gaharu dan kini telah tumbuh subur.

Pohon gaharu baru bisa dipanen setelah umur delapan tahun. Pada umur lima tahun pohon itu harus disuntik untuk menghasilkan jaringan-jaringan dalam batang gaharu yang berharga mahal itu. Gaharu digunakan sebagai bahan pembuatan minyak wangi dan obat-obatan.

Andri yang juga memiliki setengah hektare tanaman gaharu itu menyatakan, pengembangan tanaman gaharu tidaklah sulit seperti tanaman sawit yang dikenal manja. Perawatan gaharu relatif lebih mudah dan yang perlu diketahui adalah penyuntikan pohon.

Sebagai daerah yang cocok ditanami gaharu, Andri menegaskan sudah sepantasnyalah investor mengembangkan kayu jenis ini. Prospek usahanya sangat menguntungkan dan resiko kegagalannya juga kecil.

“Kita berharap potensi besar ini bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di propinsi “Serumpun Sebalai” itu,” ujarnya


Beri tanggapan

Your response:

Kategori