<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>callIrian</title>
	<atom:link href="http://jsali0708.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jsali0708.wordpress.com</link>
	<description>...with us u never forget a taste</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Aug 2008 15:03:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jsali0708.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/35dee4966996e4965bc332363a876479?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>callIrian</title>
		<link>http://jsali0708.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pemerintah Didesak Patenkan Budidaya Gaharu</title>
		<link>http://jsali0708.wordpress.com/2008/08/28/pemerintah-didesak-patenkan-budidaya-gaharu/</link>
		<comments>http://jsali0708.wordpress.com/2008/08/28/pemerintah-didesak-patenkan-budidaya-gaharu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 15:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jsali0708</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[hak paten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jsali0708.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[
Ditulis oleh infokito™ di/pada 12 Desember 2007
Teknologi rekayasa produksi gaharu, berikut isolat atau komposisi jamur pembentuk resin gaharu, yang ditemukan para peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam atau P3HKA harus segera dipatenkan pemerintah sebelum diklaim oleh negara lain. Pematenan temuan ini penting mengingat penerapannya di masyarakat sekitar hutan dapat meningkatkan kesejahteraan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jsali0708.wordpress.com&blog=4200161&post=54&subd=jsali0708&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="date">Ditulis oleh <a href="http://infokito.net/">infokito™</a> di/pada 12 Desember 2007</p>
<p><strong>Teknologi rekayasa produksi gaharu</strong>, berikut isolat atau komposisi jamur pembentuk resin gaharu, yang ditemukan para peneliti dari <strong>Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam</strong> atau <strong>P3HKA </strong>harus segera dipatenkan pemerintah sebelum diklaim oleh negara lain. Pematenan temuan ini penting mengingat penerapannya di masyarakat sekitar hutan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka karena gaharu memiliki nilai ekonomis tinggi.</p>
<p>“Saat ini <strong>Malaysia</strong><strong> </strong>getol menguber teknologi rekayasa produksi gaharu temuan kami. Malaysia pernah mengirim direktur jenderal lingkungan dan pertanian ke P3HKA dan mereka meminta dapat mengadopsi temuan itu, tetapi kami tolak karena khawatir akan diklaim temuan mereka. Dibandingkan dengan penelitian India dan Thailand, menurut mereka, temuan dari Indonesia paling berhasil,” kata Erdy Santoso MS, Ketua Kelompok Peneliti Mikrobiologi Hutan dari P3HKA, Selasa (11/12).</p>
<p><strong>Gubal </strong>atau <strong>bungkah </strong>yang dihasilkan jenis pohon gaharu (antara lain <em>Aguilaria spp</em>, <em>Aotoxylon sypetallum, Grynops</em>, dan <em>Gonystylus</em>) memiliki nilai ekonomis tinggi. Harga jualnya sangat bervariasi dalam 16 kelas, mulai dari yang paling murah, “Suloan”, senilai Rp 15.000 per kg hingga kelas “Super King” senilai Rp 26 juta per kg. Dengan menerapkan teknologi temuan P3HKA, satu batang pohon gaharu yang berusia 4-5 tahun setelah diinduksi isolat bisa menghasilkan 20 kg gubal gaharu dalam kurun waktu 1-3 tahun.</p>
<p>“Dari penelitian dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun, ada 26 jenis pohon gaharu dan 24 isolat yang kami temukan dari 17 provinsi. Jumlah ini paling banyak di dunia karena di negara tropis lain, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam, hanya memiliki sekitar 2-3 jenis pohon gaharu,” kata Erdy.</p>
<p>Nilai ekonomis yang tinggi menjadi magnet bagi petani untuk mengembangkan gaharu. Salah satunya yang dirintis 204 petani di Desa Maringin Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Meski belum pernah menikmati secara langsung hasil budidaya gaharu yang mereka tanam sejak tahun 2004, mereka antusias menanam 143.000 pohon gaharu di areal seluas 143 hektar.</p>
<p>“Penanaman gaharu dilakukan petani dengan metode tumpangsari di kebun karetnya,” kata M Nuh, juru penyuluh kehutanan Kabupaten Sanggau.</p>
<p>Untuk konservasi lingkungan yang mendatangkan nilai lebih, Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Barat Agus Aman berencana mendistribusikan bibit gaharu ke petani di Kalbar. Ketua P3HKA Anwar mengatakan, pengembangan gaharu sebagai salah satu hasil hutan non-kayu perlu memerhatikan aspek pemasarannya sehingga benar-benar menguntungkan petani.</p>
<p>Saat ini <strong>gaharu biasa dipakai untuk minyak wangi atau pengharum ruangan.</strong> Di sejumlah tempat spa, minyak gaharu juga dipakai untuk melulur tubuh. Sebagian kalangan juga memanfaatkan gaharu untuk mengobati penyakit kuning atau hepatitis. <strong>Adapun harga gaharu berkisar Rp 1 juta-Rp 3 juta per kilogram</strong>, tergantung dari kualitasnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jsali0708.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jsali0708.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jsali0708.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jsali0708.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jsali0708.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jsali0708.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jsali0708.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jsali0708.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jsali0708.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jsali0708.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jsali0708.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jsali0708.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jsali0708.wordpress.com&blog=4200161&post=54&subd=jsali0708&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jsali0708.wordpress.com/2008/08/28/pemerintah-didesak-patenkan-budidaya-gaharu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a6ef3ffb65fa846b40ede4b1a71e207?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jafar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaharu Jenis Super Tumbuh di Babel</title>
		<link>http://jsali0708.wordpress.com/2008/08/28/gaharu-jenis-super-tumbuh-di-babel/</link>
		<comments>http://jsali0708.wordpress.com/2008/08/28/gaharu-jenis-super-tumbuh-di-babel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 15:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jsali0708</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[gaharu super]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jsali0708.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[
Pohon gaharu jenis super yang harga perkilogramnya mencapai Rp18 juta tumbuh subur di wilayah propinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedangkan jenis double super senilai Rp40/kg juta belum ada petani yang memilikinya.
Kepala Sub Dinas Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. Andri Wiryono MS.c, Sabtu (05/08), menyatakan, kayu gaharu jenis super mulai banyak ditanam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jsali0708.wordpress.com&blog=4200161&post=51&subd=jsali0708&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal">Pohon gaharu jenis super yang harga perkilogramnya mencapai Rp18 juta tumbuh subur di wilayah propinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedangkan jenis double super senilai Rp40/kg juta belum ada petani yang memilikinya.</p>
<p>Kepala Sub Dinas Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. Andri Wiryono MS.c, Sabtu (05/08), menyatakan, kayu gaharu jenis super mulai banyak ditanam warga terutama di Pulau Penyusup, Pulau Lempar, Permisan serta Bukit Perding dan sebagian tanaman itu tumbuh liar.</p>
<p>&#8220;Pengembangan kayu gaharu super ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, tapi sampai sekarang belum banyak yang tertarik melakukan budidayanya,&#8221; kata Andri.</p>
<p>Beberapa warga sudah mulai mengembangkan kayu gaharu dengan ciri khas berbau harum itu. Satu diantaranya Amin Jauhari yang menanam 10 ha kayu gaharu dan kini telah tumbuh subur.</p>
<p>Pohon gaharu baru bisa dipanen setelah umur delapan tahun. Pada umur lima tahun pohon itu harus disuntik untuk menghasilkan jaringan-jaringan dalam batang gaharu yang berharga mahal itu. Gaharu digunakan sebagai bahan pembuatan minyak wangi dan obat-obatan.</p>
<p>Andri yang juga memiliki setengah hektare tanaman gaharu itu menyatakan, pengembangan tanaman gaharu tidaklah sulit seperti tanaman sawit yang dikenal manja. Perawatan gaharu relatif lebih mudah dan yang perlu diketahui adalah penyuntikan pohon.</p>
<p>Sebagai daerah yang cocok ditanami gaharu, Andri menegaskan sudah sepantasnyalah investor mengembangkan kayu jenis ini. Prospek usahanya sangat menguntungkan dan resiko kegagalannya juga kecil.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">&#8220;Kita berharap potensi besar ini bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di propinsi &#8220;Serumpun Sebalai&#8221; itu,&#8221; ujarnya</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jsali0708.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jsali0708.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jsali0708.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jsali0708.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jsali0708.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jsali0708.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jsali0708.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jsali0708.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jsali0708.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jsali0708.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jsali0708.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jsali0708.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jsali0708.wordpress.com&blog=4200161&post=51&subd=jsali0708&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jsali0708.wordpress.com/2008/08/28/gaharu-jenis-super-tumbuh-di-babel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a6ef3ffb65fa846b40ede4b1a71e207?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jafar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Baru Tingkatkan Produksi Gaharu</title>
		<link>http://jsali0708.wordpress.com/2008/08/28/teknologi-baru-tingkatkan-produksi-gaharu/</link>
		<comments>http://jsali0708.wordpress.com/2008/08/28/teknologi-baru-tingkatkan-produksi-gaharu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 14:56:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jsali0708</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan produksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jsali0708.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[
Jakarta, 10 Desember 2007 (ANTARA) &#8211; Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan telah menghasilkan 23 jenis isolat-isolat pembentuk gaharu hasil eksplorasi dari 17 propinsi yang siap untuk dikembangkan. Mikroba pembentuk gaharu yang diberi nama JERMIA 1 hingga JERMIA 4 ini telah teruji dan mampu menginduksi gaharu dalam waktu relatif singkat. Mikroba ini dapat diproduksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jsali0708.wordpress.com&blog=4200161&post=47&subd=jsali0708&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Jakarta, 10 Desember 2007 (ANTARA) &#8211; Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan telah menghasilkan 23 jenis isolat-isolat pembentuk gaharu hasil eksplorasi dari 17 propinsi yang siap untuk dikembangkan. Mikroba pembentuk gaharu yang diberi nama JERMIA 1 hingga JERMIA 4 ini telah teruji dan mampu menginduksi gaharu dalam waktu relatif singkat. Mikroba ini dapat diproduksi secara massal dan dapat diaplikasikan dengan mudah kepada masyarakat produsen gaharu.</p>
<p>Aplikasi teknologi ini akan mampu mempercepat pembentukan gaharu sehingga dapat meningkatkan produksi nasional gaharu. Beberapa percobaan yang telah dilakukan telah menghasilkan gaharu kamandangan lebih kurang 20 kg/pohon dengan nilai Rp.1.000.000,-/kg, sehingga apabila diinokulasi sebanyak 2.000 pohon tiap tahun akan dihasilkan 40 ton gaharu dengan nilai Rp. 40.000.000.000,- per tahun. <span lang="IT">Potensi penerimaan pemerintah dari PSDH sebesar Rp. 2.400.000.000,- dan merupakan potensi penerimaan pajak lainnya.</span></p>
<p>Mengingat inokulasi adalah proses awal produksi, dan spesies penghasil gaharu (<em>Aquilaria sp.</em> dan <em>Gyrinops sp.</em>) termasuk dalam appendix CITES, maka kegiatan inokulasi perlu dikendalikan oleh pemerintah. Untuk mempertahankan kelestarian pohon penghasil gaharu, dapat diberlakukan aturan antara lain setiap satu pohon yang diinduksi harus disertai dengan penanaman kembali minimal 3 bibit.</p>
<p>Dalam jangka menengah, pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) dapat dipersiapkan sebagai lembaga yang memberikan pelayanan atas hasil-hasil pengembangan teknologi gaharu meliputi inokulum mikroba penginduksi gaharu secara massal, produksi alat induksi gaharu yang praktis untuk penggunaan di lapangan, pelayanan jasa tenaga ahli penginduksi gaharu, dan produksi bibit unggul penghasil gaharu.</p>
<p>Untuk keterangan tambahan, silakan hubungi Achmad Fauzi, Kepala Pusat Informasi Kehutanan, Departemen Kehutanan, Telp: (021) 570-5099, Fax: (021) 573-8732</p>
<p class="cprt">COPYRIGHT © 2007</p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jsali0708.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jsali0708.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jsali0708.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jsali0708.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jsali0708.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jsali0708.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jsali0708.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jsali0708.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jsali0708.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jsali0708.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jsali0708.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jsali0708.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jsali0708.wordpress.com&blog=4200161&post=47&subd=jsali0708&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jsali0708.wordpress.com/2008/08/28/teknologi-baru-tingkatkan-produksi-gaharu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a6ef3ffb65fa846b40ede4b1a71e207?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jafar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>